Menahan Perasaan. Sulit.
Menahan perasaan itu gak mudah. Kita sudah berlatih menahan diri,
setahun sekali selama 30 hari, walau mungkin tidak sempurna, menahan
lapar, dahaga, amarah. Tapi bagi aku menahan perasaan….. !!
Bukan menahan perasaannya yang menjadi masalah, tp komplikasinya dalam
keseharian. Apa yang terjadi? seperti orang pesakitan, bedanya fisiklah
yang bebas tapi hati dan pikiran yang terbelenggu. Produktifitas
menurun, plus berat badan menurun (darn, i’m screwed). Sholat memang
memberi ketenangan namun entah kenapa masih tidak cukup :( I have never felt anything like this before.
kesibukan memang pelarian dan sahabat adalah obat untuk melupakan, tapi
dalam kesendirian dan kesunyian…. gagal saya menjadi kuat. Kepala
menjadi berat, penuh dengan bayang-bayang semu. Perlukan air mata
keluar? is it worth?
I am a girl, with the logic above my emotion.
I am a girl, with the obstinacy of the plume.
I am a girl, with the toughness to survive
but I am a girl who also only an ordinary human.
Perasaan cinta yang masih menyelimuti hati, lama-lama akan menghujam
kuat dan menjadi karat hati yang amat sulit dibersihkan. Bahkan dokter
sekalipun kebanyakan angkat tangan untuk menyembuhkan penyakit kasmaran.
Uhuk. Jatuh Cinta akan membuat aku jatuh ke dalam cinta yang tidak
berkah, terupurk di dalamnya, terhina karenanya, membuat aku benar-benar
jatuh. Membuat aku enggan bangkit dari tempat tidur karena menikmati
khayalan indahnya bisa bersama dirinya, membuat kita menangis sia-sia
karena merasa kehilangan dia. Menahan perasaan cinta lebih baik daripada
mengunkapkannya, mengungkapkan perasaan cinta ibaratnya sebuah pemantik
api yang akan membakar api asmara yang sulit untuk dipadamkan. Astagfirullah.....
Aku membayangkan perasaan aku bebas, pikiran yang ringan dan kepak sayap
imajinasi yang melayang tinggi ke angkasa. (jadi pengen ke pantai!
karena di sana aku bisa melihat tempat yang luas, horizon langit yang
seolah membuat saya berada dalam ruang tanpa batas, pengen ke gunung,
karena di sana aku merasa berdiri di atas dunia).
Aku ingin berhenti, tapi tidak sanggup.
Aku ingin menutup hati, tapi itu artinya menyalahi anugrah kodrati.
Untuk seseorang yang membuat hati aku porak poranda.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar